English |  Bahasa 
Mata Uang :
English |  Bahasa 
Mata Uang :

Kenali Bekas Jerawatmu dan Opsi Perawatannya

Kenali Bekas Jerawatmu dan Opsi Perawatannya image

Meskipun skincare kamu sudah lengkap, ada kalanya kamu masih bisa berjerawat dan jerawat itu akan meninggalkan bekas. Untuk bisa mengatasi bekas jerawat dengan tepat, kamu harus tahu dulu nih bekas jerawat yang mungkin ada di kulitmu.


1.Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

Merupakan jenis bekas jerawat berupa noda kecoklatan atau kehitaman yang disebabkan oleh melanin berlebih. Saat terjadi inflamasi, kulit akan mengalami stres dan merespon dengan memproduksi melanin. PIH lebih sering ditemukan pada pemilik kulit berwarna sedang hingga gelap. Ini terjadi karena kulit gelap umumnya memiliki melanocytes (sel yang memproduksi melanin) yang lebih reaktif saat kulit mengalami inflamasi. PIH bisa diperparah oleh paparan sinar matahari sehingga penggunaan sunscreen sangat penting untuk mengurangi PIH.

2. Post Inflammatory Erythema (PIE)

 

3.Atrophic Scars

Atrophic scars adalah bekas jerawat yang menyerupai ‘lubang’ di di kulit. Ada ada 3 jenis atrophic scar: Boxcar scars memiliki ‘lubang’ yang lebar, bentuk seperti kotak dengan pinggiran yang terlihat. Ice pick scars lebih kecil tetapi lebih dalam dan kebanyakan di sekitar pipi (seperti bekas ditusuk ‘jarum’). Rolling scars adalah bekas yang memiliki kedalaman yang berbeda sehingga kulit tampak tidak rata.

4. Hypertrophic scars dan keloid

 

Bagaimana cara mengatasi bekas jerawat?

  1. Untuk mengatasi PIH, proses memudarnya pigmentasi yang terjadi akibat melanin dapat dipercepat dengan cara mendorong proses pergantian sel-sel kulit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan chemical exfoliation secara rutin dengan produk berkandungan AHA (glycolic acid, lactic acid, dll) seperti Elsheskin Acne Night Treatment Gel yang mampu mengeksfoliasi dengan lembut. Kamu juga bisa menggunakan produk dengan kandungan yang mampu mencegah pembentukan melanin berlebih seperti niacinamide, vitamin C dan turunannya, dan alpha arbutin, seperti Elsheskin Radiant Skin Serum yang mampu mencerahkan kulit secara efektif.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sunscreen juga menjadi salah satu skincare yang wajib digunakan setiap hari agar pigmentasi dapat diatasi lebih maksimal. Makanya kamu juga wajib coba sun protection yang sesuai dengan jenis kulitmu dari ElsheSkin yang mampu melindungimu dari efek buruk radiasi UVA dan UVB.

  1. Berbeda dengan pigmentasi pada PIH, PIE tidak mungkin bisa 'mengelupas' karena masalahnya ada pada pembuluh darah. Proses untuk mempercepat pergantian sel-sel kulit yang dapat membantu PIH malah berpotensi membuat kulit mengalami iritasi, semakin sensitif, dan menipis, akibatnya PIE terlihat lebih parah dari sebelumnya. Perawatan khusus dengan bantuan laser menjadi solusi terbaik untuk mengatasi PIE, namun, untuk mengurangi kemerahan pada kulit, kamu bisa menggunakan produk yang bersifat soothing dan calming seperti produk dengan kandungan centella asiatica, green tea, dan allantoin.

Kamu bisa banget loh coba Elsheskin Smoothing Serum yang mengandung ekstrak Centella asiatica yang mampu membantu proses wound healing agar bekas jerawat kemerahan lebih cepat mereda.

  1. Lebih rumit dari jenis bekas jerawat lainnya, atrophic scar, hypertrophic scar, dan keloid ini tidak bisa dihilangkan dengan perawatan di rumah saja sehingga sangat disarankan untuk mengunjungi tenaga profesional. Athropic scar dapat dikurangi tampilannya dengan menggunakan professional grade chemical peeling atau dengan filler untuk meratakan kembali tekstur kulit. Cara non-surgical lain yang bisa dilakukan adalah terapi jarum mikro (microneedling theraphy) yang bertujuan untuk merusak scars yang sudah ada secara terkontrol agar dibentuk jaringan baru yang lebih rata dan seragam.

Untuk bekas jerawat hypertrophic dan keloid, injeksi steroid oleh dokter masih menjadi salah satu opsi terbaik. Injeksi ini akan membuat tampilan bekas jerawat tampak lebih merata walaupun mungkin harus dilakukan beberapa kali dalam rentang waktu tertentu sampai bekas yang ditinggalkan benar-benar minimal. Selain itu, ada juga opsi membuang jaringan bekas jerawat tersebut dengan operasi. Seperti namanya, jaringan keloid dan hypertrophic scar ini ‘dibuang’ dengan pembedahan kecil.

 

Untuk mengurangi risiko jerawat membekas, kamu harus merawat kulit dengan baik dan menghindari memencet-mencet jerawat agar kulit tidak terluka lebih jauh dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas jerawat. Jangan ragu untuk mengunjungi dokter kalau jerawatmu persisten karena semakin cepat diatasi, semakin rendah risiko jerawat tersebut meninggalkan bekasnya.